Listrik tidak akan bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Apalagi bagi kita yang setiap hari berkutat dengan pekerjaan yang menggunakan piranti komputer. Keamanan dan keselamatan data dalam komputer sangat bergantung dengan keberadaan dan keberlangsungan listrik ini. Namun, hidup di negara yang unik seperti Indonesia ini, dimana kita tidak bisa menerima jaminan bahwa listrik akan 100% lancar alias tidak byar pet, dan 100% dialirkan dengan tegangan yang sesuai, maka keamanan dan keselamatan data semakin mengkhawatirkan. Tidak jarang saat kita bekerja menggunakan komputer tiba-tiba tegangan listrik naik atau turun secara drastis sehingga membuat komputer mengalami goncangan voltase atau bahkan mati dan kita belum sempat menyimpan data pekerjaan tersebut. Bayangkan saja bagaimana runyamnya jika pekerjaan itu harus segera selesai dan dalam volume yang besar namun setelah kita menyalakan komputer data sama sekali belum tersimpan dan berubah!! Hanya satu kata untuk menjelaskan situasi ini yaitu BENCANA!!
Untuk mengatasi hal ini, mau tidak mau kita harus mencari alat yang mampu memberikan waktu beberapa menit kepada kita untuk menyimpan data pekerjaan saat listrik tiba-tiba mati. Akan lebih bagus lagi jika ada genset yang mem-backup listrik dari PLN jika pemadaman dilakukan lebih dari 1 jam. Mungkin hampir semua orang sudah tahu alat yang digunakan, yaitu UPS atau Uninteruptible Power Supply. Ada beberapa guyonan yang menyebut singkatan UPS sebagai Unit Penyimpan Setrum. Kalo dipikir-pikir singkatan ngasal ini memang benar juga, ha ha ha, wong fungsi utama UPS adalah menyimpan listrik alias setrum.
Dari sekian banyak UPS yang beredar di pasaran, yang sering dikenal orang ada dua jenis UPS yaitu standby UPS dan online UPS. Ternyata, selain dua jenis tersebut masih banyak jenis-jenis UPS lainnya yang menawarkan berbagai keunggulan namun juga memiliki kekurangan.
Saya sendiri sampai saat ini menggunakan merek APC untuk komputer-komputer yang saya rasa berisi data-data penting dan Prolink untuk komputer-komputer lainnya. Dari harga otomatis APC jauh lebih mahal dan bisa 2 kali lipat harga UPS lain dengan tipe sejenis.
Berikut ini adalah daftar lengkap jenis-jenis UPS yang perlu diketahui yang saya sadur dari okezone.com. (more…)
Setelah apa yang dialami oleh
Seminggu terakhir, banyak media menyoal tentang pembekuan ijin penjualan BlackBerry di Indonesia. Isu ini merebak ketika RIM (Research In Motion) belum juga menyediakan layanan purna jual untuk konsumen Blackberry di Indonesia. Kabarnya, apabila hingga 15 Juli RIM tidak segera membuka layanan tersebut, maka Blackberry akan menjadi Ilegal. Isu inilah yang membuat saya mengurungkan niat membeli smartphone andalan tersebut 🙂
Sebelum saya membeli Laptop Compaq CQ40 121TU tersebut, saya diperingatkan oleh si penjual. “mas, laptop ini didesain khusus untuk win. Vista, kalo mas merencanakan untuk install win xp pasti kesulitan” tapi berhubung saya dah jatuh cinta pada pandangan pertama, maka saya memaksakan diri untuk membelinya apapun resikonya!! (kok jadi marah2 ya..?).
