Tag: Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah

  • Transkrip Rekaman Percakapan Kriminalisasi KPK

    Berikut cuplikan Transkrip Rekaman Percakapan Kriminalisasi KPK  yang didapat wartawan VIVAnews.

    Anggodo ke Wisnu Subroto (22 Juli 2009:12.03)

    “… nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Soemarsono, saksi dan teman dekat mantan Ketua KPK Antasari Azhar, red.) sama Ari (Ari Muladi, tersangka kasus pemerasan dan teman Anggodo, red.) ketemu Truno-3 (Mabes Polri kerap disebut sebagai “Trunojoyo”).

    Wisnu Subroto ke Anggodo (23 juli 2009:12.15)

    “Bagaimana perkembangannya?”

    “Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes.”

    “Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung), minggu ini, terus balik ke sini, terus action.”

    “RI-1 belum.”

    Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal.”

    Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009:12.25)

    Yo pokoke saiki Berita Acara-ne kene dikompliti (ya pokoknya sekarang Berita Acara-nya dilengkapi).”

    Wes gandeng karo Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung) kok dek’e (dia sudah nyambung kok dengan R)

    Janji ambek Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung), final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir Senen (Janji sama Rit gelar perkara final dengan kejaksaan lagi, terakhir Senin).”

    “… sambil ngenteni surate RI-1 thok nek? (… tinggal menunggu surat dari RI-1?)”

    Lha, kon takok’o Truno, tho (ya kamu tanyakan ke Trunojoyo, dong).”

    Yo mengko bengi, ngko bengi dek’e (ya nanti malam saya tanyakan ke dia).”

    Hadiatmoko ke Anggodo (27 Juli 2009, 18.28)

    “..dan ini kronologinya saya sudah di Bang Far (nama lelaki) semua,”

    “Sebetulnya ada satu saksi lagi si Edi Sumarsono, Pak, yang Antasari itu, Pak. Sama pembuktian lagi waktu Ari kesana, ada pertemuan rapat dengan KPK, Pak.”

    “Ada pertemuan di ruang rapat Chandra (Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah, red.)”

    Anggodo ke Kos (nama laki-laki, red) (28 Juli 2009, 12.42)

    “Kos, itu kronologis jangan lu kasih dia loh, Kos.” (more…)